Sabtu, 01 Maret 2014

APAKAH YG KAMU LAKUKAN JIKA DIBERI PELUANG SEBENTAR BERSAMA SAYYIDINA MUHAMMAD SALALLAHU ALAIHI WASALLAM ?


Layakkah kiranya diri ini berada walau sebentar di hadapan tubuh Baginda sallallahu alaihi wasallam yang cukup mulia itu?

Adakah Baginda sallallahu alaihi wasallam akan memandang kepada wajah yang penuh dosa dan noda ini?

Pagi ini, hati al-Faqir sebak bilamana melihat satu siaran televisyen Arab melalui internet. Soalan yang ditanyakan oleh jurubicara rancangan tersebut begitu menggugah jiwa. Soalannya mudah dan ringkas namun jawapannya amat sukar diungkapkan. Soalannya :

“ Apakah yang akan kamu lakukan jika diberi peluang sebentar jua bersama Baginda sallallahu alaihi wasallam?”

Demi Allah, Tuhan Sekalian Alam, al-Faqir benar-benar rindukan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sewaktu menulis perkara ini. Seseorang tidak malu untuk menungkapkan sayang dan rindunya kepada kekasihnya. Tapi mengapa perlu malu untuk kita mengungkapkan rindu dan sayang kepada Baginda sallallahu alaihi wasallam? Malah Baginda sallallahu alaihi wasallam lebih daripada segala-galanya. Lebih daripada alam keseluruhannya.

Ya Rasulallah, Demi Allah, al-Faqir benar-benar cemburu dengan para Sahabatmu yang setiap masa dan ketika menatap wajahmu yang mulia disamping memberikan khidmat kepadamu.


Rabu, 12 Februari 2014

SHALAWAT: MENJARING RAHMAD ALLAH DARI LAUTAN NABI TAK BERTEPI


 Kemuliaan Nabi Muhammad Saw. seperti laut sedangkan kita sungai-sungainya. Kita membutuhkan laut untuk mengalirkan hasrat keimanan dan kecintaan kita ke laut Nabi, agar mendapat syafaatnya. Kadarnya, tergantung besar kecilnya sungai hati kita dan yang bisa mengukur besar kecilnya adalah kita sendiri. Kita bershalawat kepada Nabi Saw. adalah seperti sungai mengalirkan air ke laut, mengharap syafaatnya.

Shalawat itu sebagai alat untuk membuat besar kecilnya sungai. Kalau kita memakai peralatannya sekadar cangkul maka sungai yang dihasilkan kecil. Tapi kalau kita menggunakannya dengan alat besar seperti traktor tentu akan terbentuk sungai besar. Kita tak perlu ragu, sebab dengan makin besar alat atau sholawat, maka akan besar pula sungai yang kita buat.

Jangan takut akan besar kecilnya rizki, kalau kita memiliki sungai yang besar tentu di dalam sungai itu ada berbagai kandunganmineral rizkki. Termasuk diciptakannya seisi bumi dan alam sekitarnya, diciptakan Allah Swt. untuk membuktikan kalau Nabi Muhammad Saw. sangat mulia. Karena seluruhnya bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Sangat aneh, kalau kemudian ada sekelompok orang mengharam-haramkan peringatan Maulid Nabi.

Pantaskah kita masuk surga kalau frekuensi ibadah kita berupa shalat sangat sedikit? Bila diasumsikan umur kita mencapai 60 tahun, maka shalat yang kita jalankan hanya 270 hari. Dalam sehari, paling banter kita shalat 5 menit. Bila dikalikan 5 maka ada 25 menit dalam sehari. Untuk 1 tahun kita hanya shalat 6 hari saja. Akibat minimnya ibadah kita, maka hanya satu harapan kita untuk memperoleh dispensasi nilai ibadah berupa syafaat dari Nabi Muhammad Saw.

SENYUM RASULULLAH SAW


Senyum Rasulullah Saw.

Saat menikahkan putri bungsunya, Sayyidah Fatimah Az Zahrah, dengan sahabat Ali bin Abi Thalib, Baginda Nabi Muhammad SAW tersenyum lebar. Itu merupakan peristiwa yang penuh kebahagiaan.

Hal serupa juga diperlihatkan Rasulullah SAW pada peristiwa Fathu Makkah, pembebasan Makkah, karena hari itu merupakan hari kemenangan besar bagi kaum muslimin.
“Hari itu adalah hari yang penuh dengan senyum panjang yang terukir dari bibir Rasulullah SAW serta bibir seluruh kaum muslimin” tulis Ibnu Hisyam dalam kita As Sirah Nabawiyyah.