Rabu, 04 September 2013

SHOLAWAT AL-FATIH



Shalawat al-Fatih

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ، الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ، وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ .

Artinya: “Ya Allah berikanlah shalawat kepada penghulu kami Nabi Muhammad yang membuka apa yang tertutup dan yang menutupi apa-apa yang terdahulu, penolong kebenaran dengan kebenaran yang memberi petunjuk ke arah jalan yang lurus. Dan kepada keluarganya, sebenar-benar pengagungan padanya dan kedudukan yang agung.”


PEPOHONAN MENYAMPAIKAN UTUK SALAM MIMBARPUN MENANGIS BATU PUN BERTASBIH KARENA KEMULIAAN RASULULLOH



MENANGISNYA SEBATANG KAYU
قال جابر بن عبد الله : كان المسجد مسقوفاً على جذوع نخل ، فكان النبي صلى الله عليه و سلم إذا خطب يقوم إلى جذع منها ، فلما صنع له المنبر سمعنا لذلك الجذع صوتاً كصوت العشار .
Berkata Sayyidina jabir bin abdullah Ra:
Adalah Masjid Rasul allah SAW diberi atap yang terdiri dari kayu batang pohon kurma,bila Baginda Nabi SAW ber-khotbah,beliau selalu berdiri dengan salah satu batang tersebut,maka tatkala kayu tersebut dibuatkan menjadi mimbar untuk Baginda Nabi SAW maka kami mendengar suara yg berasal dari kayu tersebut seperti suara manusia
و في رواية أنس : حتى ارتج المسجد بخواره .
و في رواية سهل : وكثر بكاء الناس لما رأوا به .
da;am riwayat Sayyidina Anas ra: maka bergetarlah masjid dengan suaranya
Dalam riwayat Sahl:Maka menangislah manusia melihat kejadian ini
و في رواية المطلب [و أبي ] : حتى تصدع وانشق ، حتى جاء النبي صلى الله عليه و سلم ، فوضع يده عليه فسكت .
Dan dalam riwayat Mutholib dan Ubay:
Sampai akhirnya batang kayu itupun membelah tanah berjalan keharibaan Baginda Nabi SAW dan menjatuhkan dirinya dipangkuan tangan Baginda Nabi SAW

Selasa, 03 September 2013

NASEHAT RASULULLAH SAW BAGI KAUM WANITA

 

Nasehat Rasulullah SAW (Keutamaan Bagi Kaum Wanita)
---------------------------------------------------------------------
Rasulullah bersabda : ”Wahai Fatimah, wanita yang berkeringat ketika wanita itu menggiling gandum untuk suami dan anaknya, Allah akan menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh parit.
Wanita yang meminyaki dan menyisiri rambut anaknya, serta mencuci pakaian mereka, Allah akan mencatat pahalanya seperti memberi makan seribu orang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang telanjang.
Sedangkan wanita yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya, Allah akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautsar di hari kiamat.”

Rasulullah SAW masih meneruskan nasehatnya, ”Wahai Fatimah, yang lebih utama dari semua itu adalah keridhaan suami terhadap istrinya.
Jika suamimu tidak ridha, aku tidak akan mendoakanmu.
Tidakkah engkau ketahui, ridha suami adalah ridha Allah SWT, dan kemarahannya adalah kemarahan Allah SWT?”