Rabu, 31 Juli 2013

Faedah Penting: Perhatikan Cara Membaca Shalawat Yang Benar


Faedah Penting: Cara Membaca Shalawat

Para ulama kita menegaskan bahwa dalam membaca shalawat kepada Raslullah harus dengan bacaan yang benar, agar terhasilkan pahala dan mafaat dari bacaan tersebut. Misalkan, dalam melafazhkan huruf “shad” pada kalimat “Shalli” harus jelas dan benar sesuai makhraj-nya, jangan sampai tertukar dengan huruf “sin”. Karena bila demikian maka maknanya akan berubah total.

Kemudian dalam melafazhkan “Shalli” jangan dipanjangkan dengan menambahkan huruf “ya” di bagian belakangnya. Hal ini banyak terjadi di kalangan orang awam. Al-‘Allamah al-Faqih Thaha ‘Umar ibn Thaha ‘Umar al-Hadlrami asy-Syafi’i, salah seorang ulama terkemuka dari Yaman pada abad ke 11 hijriyah, dalam kitabnya berjudul al-Majmu’ Li Muhimmat al-Masa’il Min al-Furu’, menuliskan sebagai berikut:

“Barang siapa dalam tasyahhud-nya membaca “Allahumma Shalli” dengan menambahkan “ya”, maka tidak sah shalatnya, meskipun ia tidak tahu tentang itu atau karena lupa. Bahkan yang dengan sengaja mengucapkannya (memanjangkan kalimat “Shalli” dengan “ya”), dan ia tahu pemaknaannya dalam bahasa Arab bahwa kalimat tersebut untuk mu’annats (perempuan) maka ia telah menjadi kafir. -Karena berartia ia mengatakan Allah sebagai perempuan-”[1].

Adapun bacaan shalawat kita atas Rasulullah, misalkan:

اللّهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمّد

maknanya ialah: “Ya Allah tambahkan kemuliaan dan keagungan atas pimpinan kami, Muhammad, dan lindungilah dari segala apa yang dikhawatikan olehnya terhadap umatnya”.  

 (( Catatan Kaki ))

[1] al-Majmu’ Li Muhimmat al-Masa’il Min al-Furu’, h. 97

AN-NUBUWWAH (Kenabian); Memahami Dan Meluruskan Definisi


  Kata an-Nubuwwah (النبوة) adalah derivasi dari kata an-Nabwah (النبوة) yang berarti ar-Rif'ah (الرفعة); keluhuran dan ketinggian derajat. An-Nubuwwah (النبوة) juga bisa diambil dari kata an-Naba' (النبأ) yang berarti al Khabar (الخبـر) ; berita, jadi an-Nabiyy (النبي) yang berwazan Fa'iil (فعيل) berarti Faa'il (فاعل) yakni bahwa Nabi adalah pembawa berita dari Allah dengan perantara malaikat.

            Kenabian hanya berlaku pada manusia saja, dan tidak berlaku di kalangan para malaikat dan Jin. Jadi tidak ada nabi dari kalangan malaikat maupun jin. Sedangkan kerasulan tidak hanya berlaku di kalangan manusia, di kalangan para malaikat juga ada rasul. Allah ta’ala berfirman:
 ) الله يصطفي من الملائكة رسلا ومن الناس (  (سورة الحج : 75) 
Maknanya: ”Allah memilih utusan-utusan-Nya dari malaikat dan dari manusia"  (Q.S. al Hajj : 75)


MACAM-MACAM AMALAN PENYELAMAT UMAT NABI MUHAMMAD SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM



Dinukil dari kitab tobaqotus syaf'iyah kubro karangan imam tajuddin as subki:

عن عبد الرحمن بن سمرة القرشي قال خرج إلينا رسول الله غداة فقال إني رأيت البارحة عجبا رأيت رجلا من أمتي أتاه ملك الموت ليقبض روحه فجاءه بره بوالديه فمنعه
dari abdurrahman bin samuroh al qurosyi berkata , " suatu pagi Rasululloh keluar menuju kita dan beliau berkata,
" sesugguhnya kemaren aku melihat sesuatau yg ajaib, aku melihat sesorang dari umatku yg didatangi oleh malaikat maut yg akan mencabut nyawanya kemudian datanglah amalan kebaikan dia kepada kedua orang tuanya maka amalan tsb mencegahnya."